5 Tawuran Terburuk yang Pernah Terjadi di Indonesia

5 Tawuran Terburuk yang Pernah Terjadi di Indonesia – Baru-baru ini aksi tawuran berdarah antarpelajar kembali menghebohkan masyarakat. Terkini, tawuran berdarah menewaskan satu siswa SMK Ma’arif Salam ini diakibatkan luka senjata tajam di wilayah Desa Blabak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tak hanya itu, seorang lainnya juga mengalami luka-luka. Tawuran ini terjadi sekira pukul 18.30 WIB, tepatnya setelah uji coba UNBK 2019. Peristiwa tawuran pelajar berdarah bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, ada juga aksi kekerasan massal hingga mengakibatkan korban luka maupun tewas.

Tawuran Berdarah di Tangsel, 1 Tewas

Tawuran berdarah kembali terjadi di Jalan Bintaro Utama Sektor 3, Pondok Aren, Tangsel, 2 Desember 2018, sekira pukul 05.00 WIB. Peristiwa itu dipicu adanya aksi saling ejek di media sosial. Tawuran itu menyebabkan beberapa orang terluka, seorang di antaranya bernama Alan Sutadi (24) tewas dengan luka https://www.stmik.co/ bacok di bagian kepala dan punggung. Setelahnya polisi melakukan pengusutan dan pengejaran kepada para pelaku. Alhasil, 9 orang yang terlibat tawuran berhasil diamankan. Mereka berasal dari geng Katak Beracun yang berstatus pelajar di tingkat SMP dan SMK.

Tawuran Berdarah di Kembangan, 1 Tewas

Tawuran berdarah yang terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat melibatkan dua sekolah menengah, yakni SMP Al Mansyuriah dan MTS Saadad Tuddarain. Atas kejadian tersebut, siswa SMP Al Mansyuriah, David Riyanto (15) ditemukan tewas akibat luka bacok di bagian kepala dan punggungnya. Menurut Kapolsek Kembangan, Kompol Egman Adnan, berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat dikejar-kejar dengan sepeda motor, kemudian korban dieksekusi oleh pelaku.

Tawuran Berdarah di Tambora, 1 Tewas

Tawuran berdarah yang tumpah di Jalan Tanah Sereal Raya, Tambora, Jakarta Barat, memunculkan 13 pelaku tawuran. Tawuran yang terjadi pada Minggu, 20 Januari 2019, itu telah menewaskan Adam Ilham Putra. Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh menceritakan, awal mula tawuran itu terjadi ketika Adam bersama tiga rekannya sedang mengisi bahan bakar di salah satu SPBU. Setelah itu, korban dan dua rekannya melewati lokasi tempat nongkrong kelompok Gasbar 03 Thalib Tamansari. Kemudian, korban dan dua rekannya sempat mengejek beberapa anak muda yang sedang nongkrong. Alhasil, para pelaku mengejar korban dan terjadilah saling lempar batu.

“Saat dikejar, korban terjatuh di Jalan Raya Tanah Sereal Raya dan langsung dibacok secara bergantian oleh para pelaku dengan menggunakan clurit dan klewang. Sehingga korban mengalami luka bacok di bagian bahu belakang sebelah kanan, lengan sebelah kiri, punggung belakang dan leher sebelah kiri,” katanya.

Tawuran Berdarah di Depok, 3 Bocah Kritis

Tawuran berdarah yang melibatkan antarpelajar SMP dan sederajat terjadi di bukit Barisan Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 22 Januari 2019 sekira pukul 17.30 WIB. Tawuran ini melibatkan empat sekolah, yaitu MTS Hidayatul Umam Cinere bergabung dengan SMP Arrahman Citayam melawan SMK Tadika Pertiwi Cinere yang bergabung dengan SMP 9 Terbuka Pancoran. Akibatnya, tiga pelajar mengalami kritis, yakni NW (14), siswa MTS Hidayatul Ummam, ZP (14) siswa SMP Arrahman Citayam, AS (14) siswa MTS Hidayatul Ummam. Mereka terkena luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan lengan.

Atas kejadian tersebut, Polresta Depok mendapati pelajar yang terlibat tawuran dan diduga sebagai pelaku pembacokan dengan sajam. Sebanyak 9 pelajar diamankan di Polsek Limo, Depok. Mereka adalah FA, IH, AP, AS, RR, AA siswa MTS Hidayatul Ummam, dan FA dari SMP Arrahman Citayam, A tidak sekolah, MF alias A siswa SMK Tadika Pertiwi. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 5 celurit, 1 besi dan 4 kendaraan roda dua.

Tawuran Berdarah di Kembangan, 1 Tewas

Tawuran berdarah yang terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat melibatkan dua sekolah menengah, yakni SMP Al Mansyuriah dan MTS Saadad Tuddarain. Atas kejadian tersebut, siswa SMP Al Mansyuriah, David Riyanto (15) ditemukan tewas akibat luka bacok di bagian kepala dan punggungnya. Menurut Kapolsek Kembangan, Kompol Egman Adnan, berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat dikejar-kejar dengan sepeda motor, kemudian korban dieksekusi oleh pelaku.